Dan kini basah lagi karena kebodohanku.
Malam tak berkawan denganku,
Aku terdengar tawa sindir oleh angin
Terbujur kaku sudah diriku di tengah
tandusnya ilalang.
Arah yang pernah ada kini tersamarkan oleh
kabut.
Mecoba berdiri tegak di atas luka tapak
darah.
Di atas serpihan kaca,perih aku tahan luka.
Menunggu kau kembali bersama dirimu yang
dulu.
Menunggu, dan akan tetap menunggu.
Selasa,12
juni 2012
23:54
By: ikoq
Izzi shaqura

Tidak ada komentar:
Posting Komentar